....SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA......MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI......

,

GERBANGPRAJA ....Gerakan Bangga Penggunaan Aksara Jawa....Nggugah Rasa Sithik Edhing Lumantar Aksara

Implementasi Kerjasama Antara PENSOSMAS DIY dan ACT-MRI DIY

(Last Updated On: 12 Agustus 2019)

PENSOSMAS-DIY …. Kekeringan merupakan bencana musiman yg melanda sebagian wilayah Gunungkidul. Air yg menjadi sumber kehidupan merupakan kebutuhan vital, namun untuk sebagian wilayah gunungkidul harus membayar mahal untuk mendapatkannya. Sebagai contoh saja di desa Melikan kecamatan Rongkop untuk mendapatkan 1 tangki (5.000 liter) harus membayar diantara Rp 130.000,00 – Rp 150.000,00.

Pensosmas-diy yg kali ini di inisiasi oleh Ibu Sulasmi (Desa Melikan, kec. Rongkop), Ibu Surahmi (Desa Nglindur, kec. Girisubo), Ibu Magdalena Sulistiowati (desa Tepus, kec. Tepus) serta Bapak Benni Allengland (desa Jerukwudel, kec. Girisubo)  dimulai hari kamis 27Juni 2019 melakukan kerjasama dgn salah satu lembaga kemanusian yg ada diantaranya ACT-MRI (Aksi Cepat Tanggap – Masyarakat Relawan Indonesia) DIY untuk mengadakan dropping air bersih di beberapa titik di Gunungkidul diantaranya di desa Melikan, kecamatan Rongkop dan di dusun desa Nglindur, kecamatan Girisubo, desa Jerukwudel, kecamatan Girisubo serta desa Tepus, kecamatan Tepus. Kerjasama ini bersifat continue berkesinambungan dan tidak menutup kemungkinan juga ke depannya semakin meluas untuk penerima manfaat dari program dropping air ini sebagai wujud kepedulian terhadap kekeringan yang secara rutinitas melanda sebagian wilayah Gunungkidul.

Harapannya dgn adanya dropping air bersih ini beban pengeluaran masyarakat bisa terkurangi, karena sebagain besar yg terdampak kekeringan adalah warga kurang mampu dan yang utama adalah bisa terpenuhinya kebutuhan akan air bersih.

Ini juga sejalan apa yg dikatakan oleh mas Winarno sebagai wakil ACT-MRI DIY yg berdomisili di Gunungkidul, menurut beliau wilayah Gunungkidul yg terdampak kekeringan harus segera diupayakan solusinya,, karena menurutnya dropping air bukan solusi, melainkan hanya untuk aksi implementasi sementara saja, melalui semua elemen beliau mengajak untuk bersinergi mengatasi permasalahan ini, karena hal tersebut tidak akan mampu hanya dibebankan satu atau dua lembaga saja, melihat keadaan yang ada. Karena beberapa titik yg kemaren dilakukan dropping merupakan daerah yg blm tersasar PAM PDAM maupun spamdes.

Winarno juga mengatakan bahwa sebenarnya potensi cadangan air ( red : air bawah tanah) di kabupaten Gunungkidul sangatlah banyak, namun posisinya tidak merata menjangkau wilayah labupaten Gunungkidul. Sebagai contoh di daerah kecamatan Semanu, kecamatan Karangmojo dan kecamatan Ponjong, cadangan airnya melimpah. Namun di wilayah lain sumber air ini tidak/belum ditemukan, walaupun sempat di coba untuk dilakukan pengeboran, yang dimana pengeboran yg pernah dilakukan sedalam kurang lebih 100 meter, namun hasilnya tidak keluar air. Winarno juga mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya dengan pensosmas-diy harapan ke depannya kerjasama dan silahturahmi ini senantiasa terjalin.

Sebagai salah satu pilar-pilar sosial pensosmas juga mengajak besinergi dengan ACT-MRI yang dimana roh nya sama, yaitu sama-sama di bidang sosial dan kemanusian. Untuk saat ini pensosmas DIY melwbarkan sayapnya yang tadinya di seputaran  penyuluhan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) Pensosmas DIY juga mencoba untuk menjadi solusi atas permasalahan – permasalahan sosial lainnya yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Pensosmas DIY Terdepan – Terpercaya -YES…

Tulisan ini pernah dimuat di laman http://puspensos.kemsos.go.id/home/br/955

*) Penulis : Winarno

Winarno adalah Pensosmas Kecamatan Rongkop, Girisubo dan Tepus.

Tuliskan Pesan, Pertanyaan, ataupun Pengaduan di kotak/form yang tersedia di bawah ini. Administrator kami akan membalas sesegera mungkin. Terima kasih.

avatar
1000
  Subscribe  
Notify of
Marquee Powered By Know How Media.