....SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA......MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI......

,

SATRIYA....Selaras-Akal Budi Luhur-Teladan-Rela Melayani-Inovatif-Yakin dan Percaya Diri-Ahli Profesionalitas

TAGANA DIY: BKO Penanganan Pasca Gempa Bumi dan Tsunami Sulawesi Tengah

(Last Updated On: 19 November 2018)

Pada tanggal 28  September 2018 pukul 18 : 02 : 44 WITA Sulawesi Tengah diguncang gempa bumi dengan skala 7.7 SR kedalaman 10 km, gempa bumi tersebut  diikuti dengan tsunami yang melanda pantai barat pulau Sulawesi tengah. Akibat dari gempa dan tsunami tersebut wilayah Sulawesi Tengah mengalami kerusakan baik rumah, infrastruktur dan korban jiwa. Melihat dari kondisi kerusakan dan jumlah korban jiwa maka Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta menerjunkan tim dari TAGANA DIY untuk melakukan penanganan pasca bencana gempa bumi dan tsunami tersebut. Pada tanggal 18 Oktober 2018 Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta mengirimkan 10 ( sepuluh ) personil TAGANA  Special Group dengan kemampuan khusus Pengelolaan Logistik dan Shelter untuk bergabung dengan tim dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, TAGANA dan Dinas Sosial provinsi Sulawesi Tengah yang sudah lebih dahulu melakukan penanganan di Sulawesi Tengah. Sesuai arahan dari Bapak Kepala Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta Drs. Untung Sukaryadi, MM  “ untuk seluruh tim yang dikirim agar bekerja maksimal dalam pelayanan kepada korban bencana, selalu koordinasi dengan tim maupun lintas sektoral penanganan bencana di Sulawesi Tengah. Identitas kita sebagai warga Yogyakarta harus kita bawa, selalu berjiwa besar manakala bertugas di wilayah orang lain yang beda budaya karakter sosialnya . Melihat bencana yang telah terjadi serta karakteristik masyarakat setempat, beda budaya beda kebiasaan harus kita sikapi dengan bijaksana. Hormati budaya yang ada, Jargon sithik edhing  yang di inisiasi dan telah digelorakan oleh Gubernur DIY Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X fungsikan disana, dengan memberikan ruang dihati kita untuk saling menjaga,membantu, tenggang rasa, saling melindungi dan satu komando dalam satu kesatuan tim BKO TAGANA DIY ”.

Pada tanggal 18 Oktober 2018 tim diberangkatkan dari kantor Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta, pelepasan tim BKO I  oleh Kepala Dinas Sosial DIY, Plt Kepala Bidang BANJAMSOS Dinas Sosial DIY beserta staff dan jajaran FK TAGANA DIY. Tiba di Sulawesi Tengah pada tanggal 19 oktober 2018 di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah langsung diterima oleh tim yang lebih dulu bekerja yaitu Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial Provinsi Sulawesi tengah dan TAGANA. Dalam Pengarahan yang diberikan oleh bapak  Drs. Iyan Kusmadiyana, MPs.sp selaku KASUBDIT  Penanganan Korban Bencana Alam  Dit. PSKBA LINJAMSOS KEMENSOS RI. Dalam arahannya tim BKO I TAGANA DIY untuk berkosentrasi mengerjakan pengelolaan logistik bantuan korban bencana yang berasal dari Kementerian Sosial, NGO dan bantuan masyarakat serta tugas lainnya yang memerlukan tenaga dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan arahan dari Kementerian Sosial tersebut tim menyusun perencanaan dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, tim Posko LAKNAS Dinas Sosial dan Pengelola gudang logistik Dinsos provinsi Sulawesi Tengah.

Tim dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok pertama 2 orang bertanggungjawab di pengelolaan data, kelompok kedua 6 orang bertugas digudang logistik serta kelompok ketiga  2 orang bertugas mengelola shelter. Dalam perjalanan selama di Palu Sulawesi Tengah tim melakukan penataan logistik dari mencatat, pemilahan, penempatan hingga distribusi barang yang datang dan keluar dari gudang. Tim pada pagi hari membantu mempersiapkan makan pagi di dapur umum bersama TAGANA yang bertugas di dapur umum ,terlibat pemasangan tenda sekolah darurat, Pengolahan sanitasi dan kebersihan shelter di lingkungan Dinas Sosial provinsi Sulawesi tengah.

Hingga pada tanggal 28 – 29 Oktober 2018 seluruh tim BKO I TAGANA DIY di Sulawesi tengah telah menyelesaikan tugas yang telah diperintahkan oleh Kementerian Sosial, maka pekerjaan Tim di evaluasi oleh Plt Kepala Bidang BANJAMSOS Dinas Sosial DIY Bapak Sigit Alifianto SE, MM. “Dari hasil evaluasi TAGANA DIY telah melaksanakan tugas sesuai rencana dan perintah selanjutnya diteruskan oleh TAGANA yang masih  berada di posko. Ketugasan ketugasan yang dimaksud adalah mencari dan mengumpulkan data korban akibat gempa bumi dan tsunami yang nantinya akan digunakan oleh Kementerian sosial dalam memberikan bantuan lanjutan baik jaminan hidup , huntara dan huntap serta relokasi. Memahami karakter masyarakat harus dilakukan oleh TAGANA yang bertugas melakukan pendataan dilapangan,kondisi masyarakat yang masih mengalami trauma akibat bencana jangan dikesampingkan oleh tim pencari data, pahami dan catat semua keluhan keluhan mereka selanjutnya berikan ke tim dari Kementerian yang akan mengelola” demikian arahan Bapak Sigit Alifianto kepada Tim TAGANA Provinsi Bengkulu dan Provinsi Kepulauan Riau yang meneruskan tugas berikutnya.

Selanjutnya Dinas Sosial Daerah Istimewa mengirimkan tim BKO II TAGANA DIY penanganan pasca gempa bumi dan tsunami Sulawesi tengah pada tanggal 7 November 2018 untuk bergabung dengan Tim Respon DIY untuk gempa bumi Sulawesi tengah yang terdiri dari BPBD DIY, TAGANA DIY dan Mahasiswa Sulawesi di DIY. Dinas Sosial DIY melalui TAGANA mengirimkan 2 personil sebagai Tim BKO yang bergabung dengan tim tersebut. Tim BKO II bekerja untuk mendistribusikan logistik bantuan dari PEMDA DIY dan Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta kepada masyarakat di Sulawesi Tengah yang menjadi korban bencana gempa bumi dan tsunami.

Tim BKO II TAGANA DIY disusul oleh Tim BKO TAGANA DIY III pada tanggal 10 November 2018 yang terdiri dari 1 personil TAGANA DIY dan 4 personil dari sahabat TAGANA yaitu DIFAGANA DIY. Tim BKO III TAGANA DIY akan Melakukan pendataan jumlah Disabilitas baik lama maupun baru, tugas pendampingan psikososial terhadap penyandang disabilitas baik penyandang lama maupun penyandang baru akibat gempa bumi dan tsunami yang terjadi. Bekerjasama dengan fasilitas kesehatan Rumah Sakit dan Puskesmas untuk memberikan bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas. Tim BKO III TAGANA DIY akan bekerja hingga tanggal 30 Desember 2018 di Sulawesi tengah Bersama Humanity & Inclusion melakukan ketugasan tersebut.  Seluruh tim yang bertugas hingga saat ini yang telah kembali ke Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Tim BKO I TAGANA DIY.

Sumber: Epicentrum.taganadiy2018

Tuliskan Pesan, Pertanyaan, ataupun Pengaduan di kotak/form yang tersedia di bawah ini. Administrator kami akan membalas sesegera mungkin. Terima kasih.

avatar
1000
  Subscribe  
Notify of
Marquee Powered By Know How Media.