....SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA......MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI......

,

SATRIYA....Selaras-Akal Budi Luhur-Teladan-Rela Melayani-Inovatif-Yakin dan Percaya Diri-Ahli Profesionalitas

Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW

(Last Updated On: 9 Januari 2013)

1.      Memaknai  Kepemimpinan Dengan Tauladan mulia

 

Kepemimpinan dalam Islam ( Syari’at Islam ) sebagaimana dicontohkan oleh Nabi, sangat memelihara keseimbangan hubungan antara dua kekuatan  secara harmonis sebagai subyek, pemimpin adalah khafilah wakil setelah dimuka bumi ini diberikan amanah  tersebut,pertama dibebankan kepada pemimpin untuk menyampaikan dan meneladani kebenaran ( wahyu ) dan kejujuran perilaku Nabi dalam segala konteksnya. Kedua  pemimpin dalam Syari’at Islam mencerminkan kehendak umat – rakyat .

Pentingnya kecintaan umat terhadap  Nabi tidak diragukan. Begitu mudahnya  umat dewasa ini mematuhi dan mencotoh padahal kita  hanya mendengar saja dari  sejarah dan tidak pernah hidup bersamanya. Lima belas abad yang lalu telah berlangsung tetapi  kecintaan Umat Islam terhadap Nabi begitu pentingnya.

 

Dorongan warisan rohani kepemimpinan Nabi tersebut oleh Michael Hart, dipandang sebagai  the Most Powerful Influence in the world diantara nabi-nabi Rasul serta manusia lainnya oleh karena kepemimpinan Islam selalu melahirkan hubungan harmonis kedua kekuatan seperti wahyu  dan akal maka kemampuan akal yang tidak sejalan dengan kehendak wahyu meharuskan o untuk menolaknya secara tegas.

 

Fungsi amanah dalam kepemimpinan Rasulullah  yaitu  pelayanan bagi umat, pelayanan yang selalu memberikan kabar gembira melalui nasihat, petunjuk kebijakan dan praktek-praktek pemerintahan yang ma’aruf dan hasanah Allah berfirman

 

2.Membebaskan Kaum lemah

 

Nabi Muhammad sebagai pemimpin dan Juga Rasul dalam program kemanusiaan lebih mengutamakan pada Program  aksiologis bagi kaum yang lemah. Gerakan Pembebasan yang diusung oleh nabi tersebut pertama mengangkat  martabat dan kehormatan seseorang pelayanan  yang  direalisasikan antara lain merehabilitasi tatanan struktur sosial dan system perbudakan  beberapa sahabat Nabi , seperti Bilal  dan  Salman  Al  Farisi  adalah budak yang berada pada kekuasaan orang – orang Yahudi  dan Nasrani Namun Karena sikap kepedulian terhadap kelompok yang lemah Statusless  lebih diutamakan  sehingga hadiah- hadiah  yang pernah Nabi terima dari berbagai sahabat, dipergunakan untuk menebus  budak-budak yang menjadi tawaan orang-orang Yahudi dan Nasrani.  Dalam riwayat, Salman Al Farisi telah menjadi panglima dalam perang Khandak,adalah  tidak yang ditebus oleh Nabi dari orang Yahudi seharga 119  gram emas atau sekitar  Rp 78.400.000,-

Gerakan Pembebasan Kemiskinan dan keamanan  ( Treedom From Dear Security & Property Nabi  begitu peduli terhadap pelaksanaan Syari’at  mengenai penunaian zakat. Ancaman yang pernah oleh Nabi dijadikan sanksi yaitu perintah membakar rumah-rumah kaum Muslimin  yang membangkang untuk tidak membayar  zakat dengan demikian zakat bukan saja baitul mal mampu membangun kesejahteraan masyarakat, melainkan juga bagaimana masyarakat lemah secara sosial dan ekonomi  dapat jaminan dari pemerintah  Syarat terselenggaranya Jaminan sosial  tersebut bukan  saja  pegawai dituntut untuk lebih mendahulukan kepentingan ( Public Interst ) juga tidak Kalah pentingnya Negara menjamin kesejahteraan ekonomi bagi pegawai

Tuliskan Pesan, Pertanyaan, ataupun Pengaduan di kotak/form yang tersedia di bawah ini. Administrator kami akan membalas sesegera mungkin. Terima kasih.

avatar
1000
  Subscribe  
Notify of
Marquee Powered By Know How Media.