SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

5 Ekor Kambing Semarakkan Idul Adha 1443H di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas

(Last Updated On: 13 July 2022)

Ibadah kurban tahunan yang umat Islam laksanakan adalah bentuk i’tibar atau pengambilan pelajaran dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Setidaknya ada tiga pesan yang bisa kita tarik dari kisah tersebut.

Pertama, tentang totalitas ketaatan pada Allah. Nabi Ibrahim yang mendapat julukan khalilullah (kekasih Allah) mendapat ujian berat pada saat rasa bahagianya meluap-luap dengan kehadiran sang buah hati di dalam rumah tangganya.
Lewat perintah menyembelih Ismail, Allah seolah hendak mengingatkan Nabi Ibrahim bahwa anak hanyalah titipan. Nabi Ibrahim lolos dari ujian ini. Ia membuktikan bahwa dirinya sanggup mengalahkan egonya untuk tujuan mempertahankan nilai-nilai Ilahi. Sementara Nabi Ismail, meski usianya masih belia, mampu membuktikan diri sebagai anak berbakti dan patuh kepada perintah Tuhannya.

Pelajaran kedua adalah tentang kemuliaan manusia. Penggantian Nabi Ismail dengan domba besar adalah pesan nyata bahwa pengorbanan dalam bentuk tubuh manusia sebagaimana yang berlangsung dalam tradisi sejumlah kelompok pada zaman dulu adalah hal yang diharamkan.

Pelajaran yang ketiga yang bisa kita ambil adalah tentang hakikat pengorbanan. Sedekah daging hewan kurban hanyalah simbol dari makna korban yang sejatinya sangat luas, meliputi pengorbanan dalam wujud harta benda, tenaga, pikiran, waktu, dan lain sebagainya.

Dalam perayaan Idul Adha 1443 Hijriah, Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD), Senin (11/7) menyembelih 3 ekor hewan kurban berupa kambing dari Peni Sumarwati, S.Psi., Susamto, dan Iriyanto, serta 2 ekor kambing sedekah dari iuran para pegawai.

Dalam pelaksanaan penyembelihan tersebut disaksikan oleh Kepala BRTPD, Peni Sumarwati, S.Psi bersama pegawai dan juga disaksikan oleh PPKS. Selanjutya daging tersebut diolah untuk makan PPKS.