SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

TERAPI INI TIDAK AKAN DITEMUI DI BALAI DISSOS DIY LAINNYA, HANYA ADA DI BRTPD

(Last Updated On: 17 Maret 2021)

Salah satu karakteristik pelayanan di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) DIY yang berbeda dengan pelayanan di Balai lain adalah pelayanan Fisioterapi hal ini sesuai dengan salah satu Tugas dan Fungsi BRTPD dalam pelayanan dan rehabilitasi kepada penyandang  disabilitas fisik. Fisioterapi merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis) pelatihan fungsi dan komunikasi (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 65 Tahun 2015).

Permasalahan yang sering terjadi pada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) penyandang disabilitas fisik adalah berkurangnya gerak dan fungsi tubuh baik sensorik maupun motorik, yang tentunya akan berakibat pada kemandiriian PPKS Disabilitas Fisik dalam beraktifitas. Apabila kemandiriaan PPKS Disabilitas Fisik ini menurun maka akan menjadi kendala dalam pelaksanaan kelas bimbingan sosial dan keterampilan yang juga akan berpengaruh pada output kelulusan PPKS.

Selain PPPKS Disabilitas Fisik, Pelayanan Fisioterapi juga diperuntukan kepada PPKS wredha dan lainnya apabila mengalami gangguan fungsi dan gerak. Waktu terapi disesuaikan dengan jadwal kelas Bimbingan Sosial dan kelas Terapi Kehidupan Dasar PPKS. Sedangkan metode terapi yang diberikan akan disesuaikan dengan diagnosa dan pendekatan untuk kemandirian dasar PPKS seperti ambulasi, transfer dari kursi roda ke bed dan sebaliknya, transfer dari kursi roda ke toilet, edukasi memakai kursi roda yang ergonomis, peningkatan kekuatan otot/motorik yang sehat, juga beberapa teknik inhibisi atau mengurangi kekakuan (spastisitas) otot. Dengan kemandirian dasar yang baik PPKS akan lebih percaya diri, optimis, relatif lebih senang sehingga akan membantu proses pembelajaran di kelas menjadi lebih baik.

Terapi juga dapat dilakukan secara individu maupun kelompok, terapi individu  akan sangat kasusitik antar PPKS pastinya akan berbeda penanganannya. Metode Terapi kelompok diberikan pada beberapa PPKS dengan kasus/diagnosa  yang sama seperti paraplegi dan cerebral palsy, terapi ini sangat menarik karena memberikan nilai edukasi dan rekreasi dimana anggota kelompok akan saling bertukar pengalaman, apakah ada progres yang baik, mengambil manfaat keberhasilan anggota lain untuk dijadikan motivasi. Bentuk komunikasi ini juga akan menumbuhkan empati dan ikatan (bonding) yang kuat antar sesama anggota dalam satu kelompok. (*)

4 1 vote
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar